Indonesia mayoritas penduduknya mengkonsumsi beras dan termasuk empat besar negara produsen beras. Saat memproduksi beras, juga menghasilkan bekatul. Bekatul dikenal sebagai produk samping penggilingan padi dan sering kali dipergunakan sebagai pakan ternak. Bekatul merupakan kulit ari beras dan memiliki bobot sekitar 8 – 10% dari total berat beras. Walaupun memiliki berat 8-10 % namun ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat luar biasa
Berikut ini adalah bagian-bagian dari padi beserta persentase dan kandungannya.
Sumber :Â Anthocyanins and Proanthocyanidins in Natural Pigmented Rice and Their Bioactivities | IntechOpenÂ
Kandungan nutrisi bekatul sangat berpotensi sebagai sumber pengembangan pangan fungsional. Menurut Perka BPOM Nomor HK.03.1.23.11.11.09909 Tahun 2011 Tentang Pengawasan Klaim dalam Label dan Iklan Pangan Olahan, pangan fungsional adalah pangan olahan yang mengandung satu atau lebih komponen pangan yang berdasarkan kajian ilmiah mempunyai fungsi fisiologis tertentu diluar fungsi dasarnya, terbukti tidak membahayakan dan bermanfaat bagi kesehatan.
Berdasarkan definisi tersebut, maka kandungan nutrisi bekatul sangat berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Studi literatur menyebutkan bahwa bekatul banyak mengandung senyawa bioaktif seperti senyawa fenolik, tocotrienols, tocopherols, dan γ-oryzanol. Senyawa bioaktif ini diketahui dapat mencegah kanker, penyakit pembuluh darah, dan diabetes tipe 2. (Bee Ling Tan dkk., 2023).Kebutuhan pangan fungsional terus berkembang seiring bertambahnya penderita penyakit degeneratif seperti penyakit hipertensi, obesitas, kanker, dan diabetes.
Pemberian minyak bekatul (rice bran oil) yang diperkaya dengan γ-oryzanol menunjukkan penurunan kadar kolesterol dan LDL-C pada penderita hiperkolesterolemik1. Selain itu, vitamin E dan beberapa senyawa fenolik menunjukkan potensi sebagai senyawa anti kanker dan aktivitas antioksidan.2
Berikut ini tabel aktivitas biologis komponen bioaktif bekatul terhadap kesehatan.
Oemah Bekatul Indonesia melihat potensi bekatul yang sedemikian besar, akan sangat disayangkan jika seandainya bekatul hanya dijadikan sebatas pakan ternak. Bekatul sebagai pangan fungsional akan jauh memiliki kebermanfaatan dan nilai tambah, dibandingkan sebagai pakan ternak.
Berikut penulis memberikan ilustrasi contoh harga bekatul yang hanya Rp 5.000 an /kg sangat kecil dibandingkan tablet bekatul yang sudah diproses dan dikemas secara layak seharga Rp 115.000 per 10.5 gram, atau sekitar 2.190 kali lipat!!Â
Sumber:
1. Tan, B.L.; Norhaizan, M.E. Chapter 4—Phytonutrients and antioxidant properties of rice by-products. In Rice by-Products: Phytochemicals and Food Products Application; Springer: Cham, Switzerland, 2020; pp. 41–68. [CrossRef]
2. Phunikhom, K.; Sattayasai, J.; Tiamkao, S.; Gaysonsiri, D. A randomized, double blind clinical study to assess the effects of a gamma-oryzanol-enriched rice bran oil on lipid profile in the hypercholesterolemic patients. J. Med. Assoc. Thai 2021, 104, 64–69.vh


TdwNohsAzwxzwtudrwGMlwG