Protein berasal dari Bahasa Yunani, yaitu proteos yang artinya yang utama atau yang didahulukan. Protein ditemukan oleh ahli kimia Belanda, Geraldus Mulder (1802 – 1880). Protein adalah makromolekul yang menyusun sekitar 15,1 persen dari total berat badan dan mempunyai fungsi yang beragam dalam tubuh. Protein seriig disebut zat pembangun karena perannya dalam mengganti sel tubuh yang rusak, reproduksi, mencerna makanan dan kelangsungan proses normal dalam tubuh.
Protein terdiri atas rantai-rantai asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Tubuh membuat asam amino untuk menyusun protein tersebut. Terdapat dua puluh jenis asam amino yang secara umum dibagi menjadi dua golongan, yakni asam amino essensial dan asam amino non-essensial. Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan harus diperoleh dari luar (nutrisi makanan). Sedangkan asam amino non-essensial adalah asam amino yang dapat dibuat oleh tubuh manusia. Contoh asam amino essensial adalah lisin, leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, histidine dan arginin. Asam amino non-essensial terdiri dari prolin, serin, tirosin, sistein, glisin, asam glutamat, alanin, asam aspartat, aspargin, ornitin
Komposisi rata-rata unsur kimia yang terdapat dalam protein adalah karbon 55%, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 16%, sulfur 1% dan kurang dari 1% fosfor. Unsur nitrogen adalah unsur utama protein, karena terdapat di dalam semua protein akan tetapi tidak terdapat pada karbohidrat dan lemak. Molekul protein lebih kompleks daripada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya (Almatsier, 1989).
Fungsi protein tersebut antara lain sebagai enzim, zat pengatur pergerakan, pertahanan tubuh, dan alat pengangkut. Sebagai zat-zat pengatur, protein mengatur proses-proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon. Proses metabolisme tubuh diatur dan dilangsungkan oleh enzim, sedangkan aktivitas enzim diatur oleh hormon, sehingga proses metabolisme yang satu dengan yang lain berjalan harmonis (Sediaoetama, 2008)
Protein tergolong makronutrisi yakni nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Protein dapat diperoleh dari sumber hewani dan nabati. Setiap orang memiliki kebutuhan harian protein yang berbeda-beda, tergantung pada jenis kelamin, usia, kondisi kesehatan, dan kehamilan. Asupan protein sangat penting diperhatikan agar organ-organ bisa berfungsi dengan baik dan kesehatan tubuh selalu terjaga.
Jika anak kecil kekurangan protein maka dapat terhambat pertumbuhannya. Demikian halnya jika orang tua kekurangan protein maka massa ototnya akan cepat meyusut. Berikut ini adalah kebutuhan protein harian berdasarkan kelompok umurnya:
• Bayi 0–5 bulan: 9 gram
• Bayi 6–11 bulan: 15 gram
• Batita: 20 gram
• Anak 4–6 tahun: 25 gram
• Anak 7–9 tahun: 40 gram
• Remaja laki-laki: 70–75 gram
• Remaja perempuan: 65 gram
• Pria dewasa: 65 gram
• Wanita dewasa: 60 gram
• Lansia: 58–64 gram
• Ibu hamil: 70–90 gram
• Ibu menyusui: 75–80 gram
Sumber protein hewani contohnya adalah daging unggas seperti ayam, burung dan sebagainya, rumansia seperti sapi, kambing dan sebagainya, seafoods seperti ikan, udang, kerrang dan sebagainya. Sumber protein nabati adalah kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, dan sebagainya.
Kualitas protein salah satunya ditentukan dari jenis dan jumlah asam amino essensial yang dimiliki. Umumnya tiap jenis pangan memiliki keungulan dalam asam amino essensial tertentu sehingga perlu dicukupi dari jenis pangan lainnya. Berbagai jenis makanan yang umum dikenal sebagai sumber protein antara lain makanan laut, daging, telur, kacang-kacangan, susu dan produk olahannya.
Fakta yang menarik, bekatul (rice bran) ternyata mengandung semua asam amino essensial tersebut. (Wang et al., 1999; Juliano, 1985; Sereewatthanawut et al., 2008). Oleh karena itu, bekatul berpotensi menjadi salah satu sumber protein berkualitas. Beberapa produk suplemen protein telah ada di pasaran yang menggunakan bekatul (rice bran) sebagai bahan baku utamanya.
Link:
1. Ig: naturefarm_id
2. M. Wang, N.S. Hettiarachchy, M. Qi, W. Burks, T. Siebenmorgen. Preparation and functional properties of rice bran protein isolate. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 47 (2) (1999), pp. 411-416
3. B.O. Juliano (Ed.), Rice: chemistry and technology (Vol. 69), American Association of Cereal Chemists, St Paul, MN (1985)
4. I. Sereewatthanawut, S. Prapintip, K. Watchiraruji, M. Goto, M. Sasaki, A &Shotipruk Extraction of protein and amino acids from deoiled rice bran by subcritical water hydrolysis. Bioresource Technology, 99 (3) (2008), pp. 555-561
9 Fungsi Protein bagi Kesehatan Tubuh – Hello Sehat
Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenis-jenis Protein (kajianpustaka.com)
Irianto K dan Waluyo K. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Bandung: Yrama Widya
Almatsier S. 1989. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia.

